级进模、高速模、电机模具、冲压模具Ningbo Zhenyu Mould Co., Ltd, which was established in Oct.1994, is located in Ninghai Xidian Industrial Zone, Zhejiang Province, China. The total investment of the company is RMB 98,000,000 with annual production value of over RMB70, 000,000.There are 230 employees, including 140 engineers. It is a well-known professional manufacturer in precision multi-position progressive dies.
The company possesses precise equipments, such as Switzerland HAUSER, America MOORE jig grinder, Switzerland GF Agie Charmilles W-EDM-out machine, Switzerland DEOBELI WASINO profile grinder, precision machining center made by DMG in Germany, hundreds of manufacturing and testing instruments such as 200 tons and 300 tons press, 3D-Coordinates measuring and universal tool microscope.
The company is specialized in manufacturing various kinds of motor core, auto electric parts, ammeter, and transformer core progressive dies. All dies are designed by senior designers to ensure their precision, durable life and stability. We hope to create more value and greater profits for customers.
Welcome to have a visit of our company. Let us create a brighter future together.
级进模、高速模、电机模具、冲压模具
Ningbo Zhenyu Die & Mould Co., Ltd. all rights reserved
Add:xiangshan ,Xidian Town ,Ninghai county ,Zhejiang Province , China P.C.:315613
Tel:0574-65189195(Switchboard) 65172926(service) Fax:0086-574-65184616 E-mail:info@zhenyumould.com http://www.zhenyumould.com
Ingin membeli Motor dari Indonesia? disini tempatnya motor.tokobagus.com, Pilihan terlengkap motor di situs iklan motor terbesar!
Laman
Advertisement
sepeda motor honda
www.berniaga.comTawaran ok sepeda motor honda diAnda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
berniaga, Situs Jual Beli Lengkap
Minggu, 21 Maret 2010
Hybrid System dan Biofuel
Hybrid System dan Biofuel, Bahan Bakar Ramah Lingkungan
01 Maret 2008 12:56:14
Hybrid System dan Biofuel menjadi isu hangat yang diangkat pada seminar Responsible Driving dan Hybrid System yang digelar di Rektorat Sabtu (1/3). Inovasi BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Hybrid Vehicle menjadi topik yang perlu dikembangkan untuk mengatasi masalah pencemaran udara dan krisis bahan bakar fosil saat ini.
Gedung Rektorat, ITS Online - Hybrid System, inovasi baru di dunia otomotif Indonesia. Pemanfaatan gasoline atau bensin dipadukan dengan energi listrik menjadi keunggulan mobil bersistem hybrid. Hal itu disampaikan pakar otomotif Suwito Sumargo dari LSM OTOpoint (Ikatan Peduli Otomotif) saat menyampaikan materi seminarnya.
”Selama ini banyak sekali gas beracun dan logam berat yang tedapat dalam bahan bakar kita. Seperti Karbonmonoksida dan timbal yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup. Untuk itu perlu tindakan preventif,” ungkap Suwito yang juga lulusan Teknik Mesin ITS ini.
Dikatakan Suwito, hybrid system memiliki beberapa keunggulan yaitu emisi yang relatif rendah namun tetap bertenaga. ”Keunggulan lain dari teknologi ini selain ramah lingkungan dan konsumsi bahan bakar rendah juga mempunyai system powering yang handal,” ungkap Suwito.
Meski demikian, Suwito menyayangkan sistem ini belum banyak dikenal masyarakat luas. ”Namun sayangnya sosialisasi akan keberadaan hybrid system masih sangat langka. Hanya sedikit pihak otomotif yang mau berbagi pengetahuannya,” tandas Pria berkacamata ini.
Suwito juga menyatakan, ini tantangan buat mahasiswa Teknik Mesin ITS untuk mendalami bidang ini, dikarenakan kedepannya hybrid system menjadi mobil masa depan. ”Saat ini mobil THS II (Toyota Hybrid System) Prius menjadi andalan Toyota Mobil yang laku keras di Jepang dan Amerika,” ujar Suwito memberi contoh. Lanjutnya System hybrid memiliki ciri khas, menggunakan HV (Hybrid Vehicle) battery yang tidak ditemukan di mobil yang lain.
Sementara itu Pertamina yang diwakili Panda Krismianto memberikan materi berupa pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai solusi mengatasi ketergantungan terhadap energi fosil. Alternatif bahan baku biofuel sangat mudah didapatkan dan dapat diperbaharui seperti tebu, pohon jarak dan ubi kayu.
”Gas buang biofuel lebih baik dan pembakaran lebih sempurna, ditambah memakai biofuel tidak perlu memodifikasi mesin,” terang Panda. Pria ini juga menambahkan, keuntungan lain memakai biofuel umur mesin menjadi lebih panjang.
Panda Krismianto juga berpesan untuk tidak ragu mengunakan biofuel. ”Dengan kapasitas yang sama. Biofuel dibanding bensin mampu menghasilkan power yang lebih tinggi,” katanya.
Pertamina sendiri, papar Panda, telah memiliki beberapa produk Biofuel yaitu Biosolar, Biopremium, dan Biopertamax. ”Saat ini memang masih dijual terbatas di SPBU Jabotabek, Surabaya dan Malang,” tandas karyawan Pertamina ini.
Namun Pertamina akan mempebesar produksi Biofuel keseluruh wilayah Indonesia. Dan tahun 2009 nanti, target Pertamina, Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan akan menggunakan biofuel untuk kebutuhan listrik dan transportasi.(Fn/asa)
Copyright © 2008 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Oleh : Redaksi ITS dan Tim Webmaster ITS
01 Maret 2008 12:56:14
Hybrid System dan Biofuel menjadi isu hangat yang diangkat pada seminar Responsible Driving dan Hybrid System yang digelar di Rektorat Sabtu (1/3). Inovasi BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Hybrid Vehicle menjadi topik yang perlu dikembangkan untuk mengatasi masalah pencemaran udara dan krisis bahan bakar fosil saat ini.
Gedung Rektorat, ITS Online - Hybrid System, inovasi baru di dunia otomotif Indonesia. Pemanfaatan gasoline atau bensin dipadukan dengan energi listrik menjadi keunggulan mobil bersistem hybrid. Hal itu disampaikan pakar otomotif Suwito Sumargo dari LSM OTOpoint (Ikatan Peduli Otomotif) saat menyampaikan materi seminarnya.
”Selama ini banyak sekali gas beracun dan logam berat yang tedapat dalam bahan bakar kita. Seperti Karbonmonoksida dan timbal yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup. Untuk itu perlu tindakan preventif,” ungkap Suwito yang juga lulusan Teknik Mesin ITS ini.
Dikatakan Suwito, hybrid system memiliki beberapa keunggulan yaitu emisi yang relatif rendah namun tetap bertenaga. ”Keunggulan lain dari teknologi ini selain ramah lingkungan dan konsumsi bahan bakar rendah juga mempunyai system powering yang handal,” ungkap Suwito.
Meski demikian, Suwito menyayangkan sistem ini belum banyak dikenal masyarakat luas. ”Namun sayangnya sosialisasi akan keberadaan hybrid system masih sangat langka. Hanya sedikit pihak otomotif yang mau berbagi pengetahuannya,” tandas Pria berkacamata ini.
Suwito juga menyatakan, ini tantangan buat mahasiswa Teknik Mesin ITS untuk mendalami bidang ini, dikarenakan kedepannya hybrid system menjadi mobil masa depan. ”Saat ini mobil THS II (Toyota Hybrid System) Prius menjadi andalan Toyota Mobil yang laku keras di Jepang dan Amerika,” ujar Suwito memberi contoh. Lanjutnya System hybrid memiliki ciri khas, menggunakan HV (Hybrid Vehicle) battery yang tidak ditemukan di mobil yang lain.
Sementara itu Pertamina yang diwakili Panda Krismianto memberikan materi berupa pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai solusi mengatasi ketergantungan terhadap energi fosil. Alternatif bahan baku biofuel sangat mudah didapatkan dan dapat diperbaharui seperti tebu, pohon jarak dan ubi kayu.
”Gas buang biofuel lebih baik dan pembakaran lebih sempurna, ditambah memakai biofuel tidak perlu memodifikasi mesin,” terang Panda. Pria ini juga menambahkan, keuntungan lain memakai biofuel umur mesin menjadi lebih panjang.
Panda Krismianto juga berpesan untuk tidak ragu mengunakan biofuel. ”Dengan kapasitas yang sama. Biofuel dibanding bensin mampu menghasilkan power yang lebih tinggi,” katanya.
Pertamina sendiri, papar Panda, telah memiliki beberapa produk Biofuel yaitu Biosolar, Biopremium, dan Biopertamax. ”Saat ini memang masih dijual terbatas di SPBU Jabotabek, Surabaya dan Malang,” tandas karyawan Pertamina ini.
Namun Pertamina akan mempebesar produksi Biofuel keseluruh wilayah Indonesia. Dan tahun 2009 nanti, target Pertamina, Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan akan menggunakan biofuel untuk kebutuhan listrik dan transportasi.(Fn/asa)
Copyright © 2008 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Oleh : Redaksi ITS dan Tim Webmaster ITS
Langganan:
Komentar (Atom)