Advertisement

  1. sepeda motor honda

    www.berniaga.com
    Tawaran ok sepeda motor honda di
    berniaga, Situs Jual Beli Lengkap

Rabu, 12 Oktober 2011

http://www.serayamotor.com

Penampilan mobil Kancil di jalur-jalur padat Kota Jakarta ternyata banyak mengundang minat warga Ibu Kota yang melihatnya. Mulai hanya sekadar ingin merasakan menumpang mobil mungil ini, sampai yang berpikir untuk memilikinya sebagai kendaraan pribadi.

Dengan harga sekitar Rp 40 juta, harapan bagi mereka yang ingin meningkatkan kelas dari sepeda motor ke kendaraan yang bisa melindungi badan dari terpaan angin, hujan, maupun terik Matahari pun meningkat. Apalagi, kalau dipoles lebih halus, Kancil dapat menjadi kendaraan alternatif bagi mereka yang sudah memiliki kendaraan roda empat.


Bagi mereka yang gemar memodifikasi kendaraan, mulai dari cat, aksesori hingga mesin, "menggarap" Kancil tentu bisa lebih menarik. Kecepatan maksimum 60 kilometer per jam akan bisa ditingkatkan meski untuk kondisi seperti di Jakarta yang padat kecepatan rendah memang bukan masalah.

Dalam kondisi harga bahan bakar yang terus melambung, tentu akan lebih menarik jika kendaraan mungil 400 cc ini dirancang hemat bahan bakar. Bahkan, jika negara mau ikut campur, bisa ditingkatkan menjadi Kancil biru, yaitu dengan menggunakan bahan bakar gas alam atau bahkan menjadi kendaraan listrik.

Alternatif-alternatif yang menarik ini tampaknya memang kurang dipikirkan pengelola negeri ini. Bukan hanya bagaimana mengurangi ketergantungan pada BBM, tetapi juga ketergantungan pada negara lain dengan impor kendaraan.

Jika benar Kancil itu orisinal dikembangkan perusahaan dalam negeri, pantas jika produknya disebut sebagai mobil nasional (mobnas). Sejarahnya tentu berbeda dengan yang pernah terjadi pada mobil Timor yang sampai saat ini tidak berkelanjutan lagi.

KESAN pertama dan yang utama seandainya Kancil bisa menjadi mobil pribadi adalah semakin penuhnya kota seperti Jakarta ini. Dengan kendaraan yang notabene dibuat negara asing saja sekarang sudah sulit mencari jalan-jalan yang nyaman.

Tetapi, apakah mobil murah lalu tidak boleh ada di kota yang sudah penuh sesak ini? Apakah tidak boleh negeri ini membangun kendaraannya sendiri meski membuat motor saja tidak pernah dilakukan.

Yang menarik adalah mengapa pihak produsen mobil Kancil sejak awal justru hanya menginginkan membentuk brand image kendaraan umum khas Indonesia. Bahkan, secara tegas mereka mengungkapkan konsep Kancil mereka ciptakan untuk kendaraan umum dan niaga saja. Bukankah ini justru merupakan sikap yang mengarah pada monopoli pengadaan kendaraan?

Memang terasa aneh jika pada era seperti sekarang masih ada keinginan untuk memonopoli jenis kendaraan umum. Seharusnya bukan merek atau jenis kendaraan keluaran produsen tertentu yang boleh menggantikan kendaraan yang dianggap tidak sesuai lagi.

Bajaj yang diincar untuk digantikan Kancil sebenarnya juga bukan "asli" Indonesia. Sangat tidak bijaksana apabila nanti ada surat keputusan dari siapa pun untuk menggantikan Bajaj dengan kendaraan tertentu jenis lain.

Seharusnya yang pertama perlu dipikirkan adalah bagaimana melindungi udara di Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia. Jika Bajaj tidak bersahabat dengan lingkungan, karena menggunakan mesin dua tak (langkah), harus dicari kendaraan yang lebih baik dan ini harus dilakukan secara bertahap, bukan dengan semena-mena.

Tentu bukan hanya kendaraan mungil serupa yang diproduksi perusahaan tertentu, tetapi juga buatan pabrik lain yang memenuhi syarat lebih akrab dengan lingkungan. Katakanlah Bajaj Biru yang menggunakan bahan bakar alternatif seperti gas alam, bisa juga kendaraan mungil bermotor listrik.

Yang menarik adalah seperti yang dilakukan Swiss dengan program kemitraan yang disebut SwissEnergi. Program ini bertujuan untuk memperjuangkan upaya pengefisienan energi dan penggunaan energi yang baru. Dengan petunjuk dari Swiss Federal Office of Energy (SFOE) program ini mendukung proyek-proyek riset yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi.

Salah satu fokusnya adalah kendaraan hibrida (campuran mesin bensin dengan mesin listrik). Selain itu, juga upaya mengurangi berat kendaraan akan sangat efektif untuk merendahkan konsumsi energi.

Memang biasanya yang bisa dipaksa untuk mempergunakan kendaraan alternatif adalah kendaraan umum, terutama yang dikelola oleh pemerintah. Namun, apabila hal ini memungkinkan dan diterima masyarakat, mengapa tidak dilepas untuk bisa dimiliki masyarakat luas secara pribadi.

Bahkan, perusahaan otomotif di negara-negara seperti Eropa juga mengembangkan jenis kendaraan mungil ini untuk kebutuhan pribadi. Tentu saja dengan model-model yang menarik.

Tidak mustahil dalam waktu dekat kendaraan yang model dan bentuknya mirip dengan Kancil juga menyerbu Indonesia. Kendaraan mungil bukan hanya lebih murah dan rendah konsumsi bahan bakar, tetapi juga hanya sedikit memakan badan jalan dan sesuai untuk fisik orang Indonesia


Top - Bottom
 Profile   Bookmark 
and Share
 
 Post subject:
PostPosted: 24 Mar 2005, 22:47 
Offline
Administrator
Administrator

Joined: 08 Aug 2002, 16:07
Posts: 1472
Location: Surabaya 
Jump to:  
Powered by phpBB® Forum Software © phpBB Group
Ini mobil jenis apa ya? Kok saya gak pernah denger? Model kayak Karimun ato Ceria gitu ya?

_________________
SerayaGroup.com Webmaster
- SerayaMotor.com - Indonesian Automotive Discussion Forum
- SerayaHost.com - Care Hosting With Value Price
- SRYReseller.com - Your Domain Reseller Partner

Tidak ada komentar: