Katalitik Konverter, Agar Lingkungan Kita Tetap Terjaga 06/11/2006
Mungkin belakangan Anda sering mendengar nama katalitik konverter, seperti contohnya pada beberapa iklan mobil-mobil terbaru yang muncul di TV, Radio, Koran, Majalah dan brosur. Kebanyakan dari penjelasannya berpusar pada urusan ramah lingkungan dengan mereduksi emisi gas buang yang muncul dari kendaraan. Pertanyaannya lalu, bagaimana fitur ini bekerja dan apakah seluruh gas buang kendaraan menghasilkan efek negatif yang beracun?
Sebelum masuk ke cara kerja katalitik konverter, ada baiknya kita membahas gas buang kendaraan. Untuk hitungan ideal, sisa pembakaran pada kendaraan tidak mengganggu lingkungan dengan catatan terjadi pembakaran yang sempurna pada mesin. Pembakaran sempurna pada mesin terjadi apabila komposisi udara dan bahan bakar ideal. Dengan hitungan rasio ideal maka bahan bakar akan terbakar sempurna dengan oksigen yang diperoleh dari udara.
Takaran stoikiometri untuk mesin besin yang ideal adalah 14,7:1. Artinya, tiap pon bahan bakar dapat terbakar dengan 14,7 pon udara. Bila pembakaran sempurna, maka gas buang yang dihasilkan antara lain gas nitrogen (N2). Udara yang ada di muka bumi terdiri dari 78 % N2. Sisa pembakaran lainnya adalah CO2 dan uap air. Rasanya seluruh pabrikan telah menerapkan rasio ideal tersebut pada setiap produksi kendaraan mereka. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan faktor usia komponen pasti dapat mempengaruhi efisiensi kerja.
Faktor-faktor tersebut sangat besar pengaruhnya pada perubahan komposisi yang terjadi tanpa disadari penggunanya.. Bila pembakaran tidak sempurna, maka gas buang yang dihasilkan adalah karbon monoksida, hidrokarbon dan nitrogen oksida. Semuanya punya efek negatif seperti CO yang bersifat racun tetapi tidak terdeteksi keberadaannya karena tidak berwarna dan berbau. Sementara HC bila bereaksi dengan NOx bisa menyebabkan terganggunya lapisan ozon. NOx pun bisa menyebabkan hujan asam yang menyebabkan iritasi bagi makhluk hidup.
Katalitik Konverter selanjutnya dipercayakan untuk mereduksi gas-gas berbahaya tersebut. Benda ini biasanya ditempatkan pada aliran exhaust mesin sebelum aliran keluaran knalpot. Mobil modern kini telah memakai three way katalitik konverter. Arti dari three ways sendiri tak lain adalah kemampuannya mengubah gas NOx, CO, dan HC menjadi lebih sempurna sehingga kadar yang keluar dari mesin berada di bawah ambang batas yang ditentukan.
Secara umum katalitik konverter memiliki cara kerja dengan menggunakan dua katalis berbeda, pertama reduction catalyst dan oxidization catalyst. Baik katalis reduksi maupun katalis oksidasi, struktur permukaannya didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan permukaan katalis sekaligus meminimalkan jumlah katalis yang dipakai. Ada dua jenis struktur permukaan, yaitu struktur sarang lebah (honeycomb) dan keramik (ceramic beads). Struktur sarang lebah adalah yang paling banyak digunakan.
Kedua katalis ini dilapisi katalis logam, seperti platinum, rhodium, dan paladium. Perlu diketahui, harga katalis logam tergolong mahal. Katalis reduksi berfungsi mengurangi emisi oksida nitrogen dengan cara mengubahnya menjadi gas nitrogen dan oksigen. Logam platinum dan rhodium berfungsi sebagai katalis untuk mempercepat reaksi.
Ketika molekul NO atau NO2 bersinggungan dengan katalis logam, permukaan katalis memecah oksida nitrogen menjadi atom nitrogen dan atom oksigen. Atom nitrogen ditahan di permukaan katalis, sedangkan unsur oksigen diubah menjadi molekul O2. Selanjutnya, atom nitrogen yang tertahan dalam katalis berikatan dengan atom nitrogen lainnya sehingga membentuk gas nitrogen (N2). Rumus kimianya sebagai berikut: 2NO=> N2 + O2 atau 2NO2=>N2+2O2
Sementara katalis oksidasi berfungsi mengubah hidrokarbon yang tidak terbakar di ruang bakar dan karbon monoksida menjadi gas karbon dioksida dan uap air. Caranya dengan mengalirkan gas oksigen ke dalam katalitik konverter sehingga sisa hidrokarbon dan karbon monoksida akan bereaksi dengan gas oksigen. Reaksi karbon monoksida dan oksigen menghasilkan karbon dioksida, sedangkan hidrokarbon akan bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbon dioksida dan uap air. Pada proses ini, reaksi yang terjadi dipercepat lajunya oleh katalis platinum dan paladium. Reaksinya sebagai berikut: 2CO+O2=>2CO2
Tahap selanjutnya adalah pengendalian sistem yang memonitor arus gas buang. Informasi yang diperoleh dipakai lagi sebagai kendali sistem injeksi bahan bakar. Ada sensor oksigen yang diletakkan sebelum katalitik konverter dan cenderung lebih dekat ke mesin ketimbang konverter itu sendiri. Sensor ini memberi informasi ke komputer mesin seberapa banyak oksigen yang ada di saluran gas buang. Komputer akan mengurangi atau menambah jumlah oksigen sesuai rasio udara bahan bakar. Skema pengendalian membuat komputer mesin memastikan kondisi mesin mendekati rasio stoikiometri dan memastikan ketersediaan oksigen di dalam saluran buang untuk proses oxidization HC dan CO yang belum terbakar.
Asal tahu saja, katalitik konverter memiliki kelemahan yakni dapat tersumbat apabila kendaraan dengan alat ini menggunakan bensin bertimbal. Timbal dapat merusak struktur di dalam katalitik konverter yang menyebabkan alat ini tersumbat sehingga aliran gas buang berbalik ke arah ruang bakar dan mengakibatkan kendaraan mogok. Akhir kata, jika kendaraan Anda telah dilengkapi dengan katalitik konverter wajib menggunakan bensin bebas timbal.
| Send to :
Mazda3, Yumei Ga Areba Michi Wa Aru 22/11/2006
- Setangguh apakah performa hatchback yang dijagokan mengatrol mimpi Mazda ini? - BeritaATPM.com - Yumei ga areba michi wa aru merupakan pepatah Jepang yang berarti, ketika kita mempunyai mimpi tentu detail...
i Mitsubishi innovative Electric Vehicle (i MiEV), “Breakthrough” Teknologi Mitsubishi 22/11/2006
- i MiEV menjadi ajang unjuk kemampuan Mitsubishi yang tidak hanya piawai memproduksi mobil-mobil bertenaga besar - Di akhir Oktober 2006 lalu, Mitsubishi menampilkan kendaraan hasil riset terbarunya, yakni Mitsubishi detail...
» Ford Focus Ghia 1.8 M/T, Paduan Amerika dan Eropa yang Ramah Lingkungan 23/10/2006
» Mobil Bekas Terbaik Tahun 2006 22/09/2006
» 10 Cara Jitu Menghemat Konsumsi Bahan Bakar 22/09/2006
» Daihatsu Xenia VVT-i, Lebih Elegan dan Bertenaga 11/09/2006
» Mitsubishi Evolution IX 2006 vs Subaru WRX STI 2006, Battle of the Fastest 18/07/2006
» Paulus Bambang Suranto, Berani Berpikir Out of the Box 04/07/2006
» Subaru Forester 2.5XT A/T: Urban SUV for Life Style 02/07/2006
» Toyota Prius G: Solusi Toyota pada Harga BBM 12/06/2006
» Honda Jazz, Mini MPV Terpopuler 10/06/2006
» Alternatif Bernama Biodiesel 27/05/2006
» Hyundai Tucson, Pembuktian Ketangguhan Ala Korea 15/05/2006
» Honda All New Civic 2.0 A/T, Generasi Terbaik 07/05/2006
» Carlos Ghosn, Attitude Dibalik Kebangkitan Nissan 24/04/2006
» Mercedes-Benz Brabus S V12 S Biturbo, Sedan Mewah Tercepat di Dunia 16/04/2006
» Toyota Fortuner V, Bukti Pertaruhan Toyota di Kelas SUV 14/04/2006
Your IP number: 110.136.160.238
Best viewed resolution 1024 x 768 pixel, 24 bits
Home Berita Mobil Baru Special Features Harga Downloads
PT. Bursa Media Komunika
Jl. Fatmawati Raya No. 100 D
Cilandak Barat - Jakarta 12430
Ph. +62-21-9344 9166
Fax. +62-21-769 4950
e-mail: inbox@kendaraan.info