Beralih ke Mobil Hibrida
Friday, 26 October 2007 10:38
E-mail Print PDF
Article Index
Beralih ke Mobil Hibrida
Cara Bekerja Mobil Hibrida
All Pages
Page 1 of 2
Chevrolet Volt: Mobil konsep 2007 yang dikembangkan GM bersama Chrysler dan BMWMobil hibrida akan menjadi mobil paling populer di masa depan. General Motors tidak mau ketinggalan dengan merilis setidaknya satu model hibrida baru setiap tiga bulan selama dua tahun ke depan.
Chris Paine dalam film dokumenternya Who Killed the Electric Car? tahun 2006, menyoroti sepak terjang General Motors (GM) yang 'mematikan' mobil listrik buatannya seri EV1. Mobil yang dibuat tahun 1990-an lalu dihentikan tahun 2003 itu dinilai GM kurang menguntungkan dibandingkan kendaraan buatannya yang berbahan bakar minyak. Namun, langkah yang diambil oleh GM bertahun-tahun lalu itu akhirnya berubah haluan.
Boleh jadi, itu disebabkan oleh prestasi penjualan Toyota yang tergolong kinclong dalam penjualan kuartal pertama tahun ini. Pabrikan kendaraan Jepang itu menjadi produsen kendaraan terbesar dunia menggeser GM ke posisi kedua. Toyota tercatat pada kuartal pertama menjual sekitar 2,35 juta kendaraan di seluruh dunia, melampaui GM yang hanya mencatat sekitar 2,26 juta unit. Kinclongnya penjualan Toyota ini terutama terlihat pada merek Camry, Corolla, Yaris dan Prius -- mobil hibrida (hybrid car) yang sangat diminati pasar. Kemajuan Toyota ini terjadi di tengah-tengah masalah yang merundung GM, yaitu rugi US$2 miliar (sekitar Rp 18 triliun) tahun lalu. Produksi mobil GM juga terpaksa dipangkas untuk mengurangi biaya.
Kehadiran Toyota Prius yang mendongkrak penjualan Toyota meruntuhkan asumsi GM bahwa mobil hibrida Toyota Priustidak menjual. Kendaraan hibrida memang lebih mahal namun bagi pembeli khususnya yang peduli terhadap lingkungan, hibrida sama saja dengan peduli lingkungan. Belum lagi harga minyak mentah dunia yang terus naik membuat orang tertarik untuk membeli mobil hibrida yang bisa mengirit konsumsi bahan bakar. Sebuah studi baru-baru ini menyatakan, mobil hibrida menghemat hampir 814 juta liter bensin di Amerika Serikat sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999. Toyota memperkirakan dengan penggunaan mobil hibrida jumlah gas CO2 yang dilepaskan ke udara berkurang sekitar 3,5 juta ton dalam 10 tahun terakhir.
Di Amerika Serikat dan Jepang saja, Prius sangat digemari, mengingat mobil hibrida yang menggabungkan Chevrolet Tahoe Hybrid 4dr SUVmesin bensin dan motor listrik itu sangat hemat dalam mengonsumsi bahan bakar serta ramah lingkungan. Catatan yang ada menyebutkan, Prius rata-rata mengonsumsi 1 liter bensin untuk perjalanan sejauh 23,24 kilometer. Satu dekade terakhir, Toyota telah berhasil menjual hampir satu juta unit mobil hibrida. Bahkan pada 2010 mendatang, Toyota berani menargetkan penjualan satu juta unit mobil hibrida dalam setahun.
Dalam Tokyo Motor Show 2007 belum lama ini, Toyota menonjolkan mobil-mobil hibridanya. Salah satunya Toyota 1/X calon pengganti Prius yang dibuat lebih ringan dengan menggunakan bahan plastik dan diperkuat carbon fiber. Bobotnya hanya sepertiga Prius dengan mesin 500 cc hibrida. Mobil ini bisa diisi lewat sambungan listrik di rumah atau dengan bensin dan etanol. Toyota mengklaim mobil ini bisa menempuh 38 km hanya dengan satu liter bensin.
GMEV1 Series HybridKeberhasilan Prius dan obsesi Toyota yang tiada henti mengembangkan mobil hibrida membuat GM yang berbasis di Detroit, Amerika, memilih makin serius untuk mengembangkan kendaraan hibrida. GM akan meluncurkan kendaraan jenis SUV hibrida akhir tahun ini. "Toyota mencuri peluang dengan teknologi dan pemasaran yang bagus, namun saya pikir GM akan merebutnya kembali," kata Philip Gott, direktur konsultan otomotif dari Global Insight. Apa yang disampaikan oleh Philip itu besar kemungkinan akan terjadi. Meski didera berbagai kesulitan, GM selalu menjadi pemimpin dalam pengembangan dan riset dengan menghabiskan dana hingga 6,6 miliar dolar AS tahun 2006. Inovasi GM dalam mobil-mobil non bahan bakar minyak sebenarnya sudah sangat dikenal. Akhir tahun 80-an, GM membuat sebuah mobil konsep 'Sunracer', yang memanfaatkan tenaga matahari.
Meski terbilang 'lambat' dalam persaingan produksi kendaraan hibrida, GM diam-diam sudah menanamkan GMC Yukonbanyak investasi 'hijau'. Perusahaan ini mulai memproduksi bus hibrida tahun 2004. GM juga sudah menaruh mesin hibrida pertamanya bukan pada kendaraan jenis sedan seperti Toyota Prius namun pada kendaraan besar SUV, GMC Yukon dan Chevrolet Tahoe. Kendaraan seberat 2,3 ton itu akan berjalan dengan sistem two mode hybrid jenis baru yang dikembangkan GM bersama Chrysler dan BMW. GM sudah mempresentasikan Chevrolet Volt - kendaraan plug-in hibrida yang bisa berjalan dengan tenaga baterai, biodiesel atau bensin sebagai mobil konsep 2007. Plug-in di sini artinya baterai listrik mobil bisa di-charge dengan mencolokkan alat khusus ke sambungan listrik di rumah. Perusahaan ini juga akan meluncurkan Project Driveway, sebuah uji coba yang melibatkan konsumen dengan mengendarai lebih dari 100 mobil bertenaga hidrogen yang emisi gas buangnya hanya berupa air murni. MLP (BI 49)
Cara Bekerja Mobil Hibrida
Kebanyakan mobil hibrida saat ini merupakan mobil bermotor listrik (electric motor) yang dilengkapi dengan mesin bensin (gasoline engine). Desain mobil hibrida berbeda dengan desain mobil konvensional, karena sistem elektrik (electric & electronic unit) dan sistem kendali (control unit) lebih rumit. Mesin pada mobil hibrida juga lebih kecil daripada mobil konvensional, lebih irit bahan bakar dan sedikit emisi gas buang yang berbahaya. Meski memiliki sejumlah keunggulan, mobil hibrida juga mempunyai kekurangan. Mobil hibrida menggunakan komponen elektronik yang sangat sensitif sehingga bila tidak dirawat dengan baik akan cepat rusak. Mobil hibrida juga tidak bersahabat dengan air sehingga tidak cocok digunakan di kawasan yang rawan banjir. Selain itu, harga mobil hibrida terbilang masih mahal. Mobil untuk sekelas city car seperti Toyota Prius dijual di Indonesia hingga 450 juta, dua kali lipat harga jual yang ada di luar negeri. Padahal, Toyota Vios - berada di kelas yang sama - hanya dibanderol sekitar Rp 150 juta. Belum lagi biaya perawatannya yang lebih mahal, lebih kompleks dan rumit dari kendaraan konvensional.
MOBIL MULAI BERJALAN
Sistem mekanisme pemindahan tenaga mobil hibridaPada saat mobil mulai berjalan dari posisi berhenti (start-off) dan saat mobil melaju dengan kecepatan rendah, hanya motor listrik yang berfungsi sehingga mobil meluncur dengan hening, nyaris tanpa suara. Pada kendaraan konvensional, saat roda tidak bergerak/merayap maka konsumsi BBM meningkat drastis hingga 1:1 (1 liter 1 KM). Dengan mobil hibrida, BBM bisa dihemat hingga 200-300%. Sebagai perbandingan, pada Toyota Yaris konsumsi BBM normal mencapai 1:12 sedangkan pada Toyota Prius konsumsi BBM normal bisa mencapai 1:25.
KECEPATAN NORMAL
Sedangkan pada saat mobil melaju dengan kecepatan normal (normal driving), mesin bensin bekerjaPemindahan tenaga pada kecepatan normal, mesin bekerja sepenuhnya sambil mengisi batere sepenuhnya sembari mengisi baterai.
DESELERASI DAN PENGEREMAN
Pada saat deselerasi (deceleration) atau pengereman, motor listrik bekerja sebagai generator (penghasil tenaga listrik) untuk mengisi baterai. Dan, saat berhenti, mesin bensin secara otomatis dimatikan. Apabila penyejuk udara (AC) dioperasikan, AC akan tetap beroperasi walaupun mesin bensin dimatikan. Hal tersebut dimungkinkan karena tidak seperti AC mobil biasa yang kompresornya digerakkan dengan memanfaatkan putaran mesin, AC digerakkan dengan tenaga listrik. Dan, apabila persediaan listrik di baterai berkurang, mesin bensin akan hidup dan memutar motor listrik (generator) untuk mengisi tenaga listrik di dalam baterai. Di samping kompresor AC, rem pun dioperasikan secara elektrik.
AKSELERASI
Saat berakselerasi (acceleration) atau menanjak, motor listrik yang dibantu mesin bensin mendapat tambahan tenaga dari baterai.
Copyright © 2009 Berita Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar